Tensimeter Tutorial untuk Penggunaan yang Benar

Posted by alkes on Oktober 11, 2016  /   Posted in Tutorial

Tensimeter adalah alat kesehatan yang berfungsi sebagai alat test ukur untuk mengukur tekanan darah. Alat tensi meter ada dua jenis yaitu manual dan digital.

Keduanya memiliki fungsi yang sama, namun memiliki cara penggunaan pengukuran yang berbeda. Perbedaan keduanya, utamanya terletak dari indikator pengukurannya.

Untuk yang manual biasanya digunakan oleh tenaga medis, memiliki keakuratan yang lebih tinggi, namun penggunaannya perlu peralatan lain yaitu stetoskop. Dan untuk manual itu sendiri ada dua jenis yaitu air raksa (HG) berbentuk dekstop dan aneroid yang mudah dibawa kemana-mana.

Sedangkan versi digital dapat digunakan secara otomatis. Alat ini menggunakan alarm digital sebagai indikator pengukuran.

Tensimeter Manual Air Raksa

Tensi Air Raksa HgJenis Air Raksa merupakan versi yang konvensional sudah jarang digunakan, umumnya hanya digunakan oleh tenaga medis. Penggunaan air raksa lebih berbahaya apabila alatnya pecah dan air raksa terkena kulit atau saluran pernafasan. Tensi jenis ini memerlukan stetoskop untuk mendengar munculnya bunyi suara tekanan sistolik dan diastolik pada jantung.

 

Jenis Aneroid

Tensimeter AneroidAlat ini lebih aman karena tidak lagi menggunakan air raksa tetapi menggunakan putaran berangka sebagai penggantinya. Sama dengan jenis air raksa, aneroid masih memerlukan stetoskop untuk pengukurannya.

Digital

tensimeter digitalMerupakan versi yang lebih modern dan akurat, langsung menunjukan hasil dalam bentuk angka. Berbeda dengan jenis air raksa yang memerlukan stetoskop untuk mendengarkan suara sebagai pertanda tekanan sistolik dan siastolik, maka tensi digital menggunakan sensor sebagai alat pendeteksinya sehingga baik dipakai untuk mereka yang memiliki gangguan pendengaran. Untuk yang digital ada 2 jenis, yaitu yang harus memompa sendiri untuk mencapai batas pemompaan ( jenis 1 ) dan yang memompa secara otomatis ( jenis 2 ).

Cara Penggunaan Yang Benar

Berbeda jenis peralatan tentu memiliki perbedaan metoda pengukuran, namun secara umum ketiga jenis di atas tidak terpaut jauh. Secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Duduklah dengan lengan telanjang, boleh menggunakan baju lengan pendek atau lengan panjang yang digulung keatas. perhatikan gulungan lengan baju, jangan terlalu ketat.
  2. Letakkan lengan secara bebas diatas meja, dengan posisi lengan sama tinggi dengan jantung.
  3. Pasang manset di lengan kira-kira 2,5 cm dari siku.
  4. Pastikan pemasangan manset tidak terlalu ketat. Beri jarak setinggi 2 jari antara manset dan lengan.
  5. Beri tekanan pada manset dengan memompa atau dengan memencet tombol on off pada jenis digital jenis 2.
  6. Hentikan pemompaan, maka tekanan pada manset akan berkurang dan darah bisa mengalir lagi ke lengan bawah.
  7. Pada tensi manual yang menggunakan stetoskop bunyi/ detak nadi yang pertama kali muncul adalah tekanan sistolik dan bunyi/ detak nadi yang terakhir kali terdengar adalah tekanan diastolik. Pada versi digital, hasilnya akan keluar secara otomatis pada layar.
  8. 30 menit sebelum melakukan pengukuran jangan melakukan aktifitas yang terlalu berat, jangan merokok, jangan minum-minuman yang berkafein seperti kopi, teh, coca-cola dan jangan konsumsi obat-obatan yang mengandung kafein, seperti Panadol extra, Paramex.
  9. Sebelum melakukan pengukuran duduklah dengan tenang selama 5 menit, jangan stress.
  10. Selama melakukan pengukuran tekanan darah, jangan berbicara.
  11. Lakukan pengukuran 2-3 kali, dengan selang minimal 2 menit, dan hitung rata-rata hasilnya.
  12. Untuk penderita hipertensi, perlu dilakukan pemeriksaan tensi darah setiap hari untuk mengetahui efek obat antihipertensi yang diminum. Lakukanlah pengecekan pada waktu yang sama setiap harinya untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Post a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*